Frequently Asked Questions
1. Bagaimana cara terbaik menyimpan bumbu dasar agar awet?
Pastikan bumbu dimasak hingga benar-benar matang (tanak),
ditandai dengan minyak yang terpisah dari bumbu. Setelah dingin, simpan dalam
wadah kaca yang sudah disterilkan dan kedap udara. Selalu gunakan sendok bersih
saat mengambil bumbu. Disimpan di kulkas bisa tahan 2-3 minggu, sedangkan di
freezer bisa tahan hingga 2-3 bulan.
2. Apakah saya bisa menambahkan rempah lain ke dalam bumbu dasar?
Sangat bisa. Untuk bumbu dasar putih, kamu bisa menambahkan
jahe dan lengkuas yang dihaluskan bersamaan untuk membuat bumbu dasar kuning,
cocok untuk soto atau ayam ungkep. Tapi untuk pemula, bumbu dasar putih dan
merah adalah yang paling serbaguna.
3. Apakah bumbu dasar ini cocok untuk masakan berkuah?
Ya. Untuk membuat masakan berkuah seperti opor atau gulai,
kamu hanya perlu menumis bumbu dasar, lalu menambahkan air atau santan dan
bahan-bahan lainnya. Bumbu dasar ini mempersingkat langkah menumis bumbu dari
awal.
4. Bisakah bumbu dasar ini dibuat tanpa minyak (hanya direbus)?
Bisa, namun daya simpannya akan jauh lebih pendek. Minyak
dalam proses memasak bumbu berfungsi sebagai pengawet alami. Jika kamu membuat
versi rebus/kukus, bumbu tersebut harus segera digunakan dalam 2-3 hari.
5. Selain untuk bekal, bumbu dasar ini bisa dipakai untuk masakan apa lagi?
Hampir semua masakan tumis khas Indonesia. Bumbu dasar putih
bisa untuk isian lumpia, tahu isi, capcay, atau kuah bakso. Bumbu dasar merah
bisa untuk memasak ikan bumbu rujak, oseng mercon, atau sebagai bumbu dasar
untuk seblak.
Belum ada Komentar untuk "Frequently Asked Questions"
Posting Komentar