Seputar Telur Gulung
1. Kenapa adonan telur gulung saya tidak mau bersarang atau membentuk jaring?
Kunci utama agar telur bersarang adalah perbandingan air
yang pas. Jika adonanmu tidak bersarang, kemungkinan besar adonannya terlalu
kental atau kekurangan air. Coba tambahkan air sedikit demi sedikit ke dalam
adonan sambil terus dikocok hingga lebih encer. Perbandingan ideal umumnya 1
butir telur dicampur dengan 2-3 sendok makan air.
2. Kenapa telur saya malah tenggelam di dasar wajan dan tidak bisa digulung?
Ini adalah masalah suhu minyak. Telur yang tenggelam
menandakan minyak kurang panas. Pastikan kamu menggunakan api sedang-tinggi dan
minyak sudah benar-benar panas sebelum adonan dituang. Cara tesnya, teteskan
sedikit adonan, jika langsung menyebar dan naik ke permukaan, berarti minyak
sudah siap.
3. Apakah ada cara membuat telur gulung tanpa minyak yang banyak?
Bisa, meskipun hasilnya mungkin tidak se-krispi versi deep
fry. Kamu bisa menggunakan wajan teflon kecil (saucepan) atau mencoba Resep 3
(Versi Teflon) di atas. Cara ini jauh lebih hemat minyak.
4. Bagaimana trik agar gulungan telur tidak mudah lepas atau ambyar?
Kuncinya ada pada waktu. Gulung telur saat adonan sudah
membentuk jaring tapi belum sepenuhnya kering. Kondisi setengah matang ini
membuat telur masih lentur dan mudah menempel pada tusuk sate. Jika menunggu
terlalu kering, telur akan menjadi rapuh dan mudah patah saat digulung.
5. Apa takaran adonan yang pas jika ingin mencoba untuk jualan?
Untuk jualan, kamu bisa menggunakan resep dasar kelipatan.
Misalnya, untuk resep skala besar, gunakan 1/4 kg telur (sekitar 4 butir),
campurkan dengan 200 ml air, 1 sdt kaldu bubuk, dan 1/2 sdt merica. Aduk rata.
Resep ini bisa menghasilkan sekitar 25-30 tusuk telur gulung, tergantung ukuran
sendok sayur yang kamu gunakan.
Belum ada Komentar untuk "Seputar Telur Gulung"
Posting Komentar