Frequently Asked Questions

1. Kenapa cumi yang saya masak teksturnya jadi keras seperti karet?

Ini adalah masalah paling umum. Cumi memiliki "jendela memasak" yang unik. Dagingnya akan empuk jika dimasak sangat cepat (di bawah 3 menit dengan api besar) atau dimasak sangat lama (di atas 20 menit dengan api kecil). Memasak di antara rentang waktu itu (5-15 menit) akan membuat proteinnya mengeras dan teksturnya jadi alot seperti karet.

2. Apakah tinta cumi aman untuk dikonsumsi dan apa rasanya?

Sangat aman dan justru menjadi kunci kelezatannya. Tinta cumi kaya akan asam amino glutamat, yang merupakan sumber rasa umami atau gurih alami. Rasanya gurih, sedikit asin, dengan aroma laut yang khas.

3. Bolehkah saya tidak menggunakan cabai agar anak-anak bisa ikut makan?

Tentu saja boleh. Kamu bisa melewati penggunaan cabai pada bumbu halus. Jika orang dewasa ingin pedas, kamu bisa menambahkan irisan cabai rawit utuh saat menumis bumbu cemplung atau membuat sambal terpisah.

4. Selain jeruk nipis, apa lagi yang bisa digunakan untuk marinasi antiamis?

Kamu bisa menggunakan air asam jawa. Rendam cumi dalam larutan air asam jawa selama sekitar 15 menit, lalu bilas bersih. Cara ini juga efektif untuk mengurangi bau amis sekaligus memberikan sedikit rasa segar.

5. Bagaimana cara menyimpan cumi hitam yang sudah matang?

Setelah dingin, simpan cumi hitam dalam wadah kedap udara di dalam kulkas. Hidangan ini bisa bertahan selama 2-3 hari. Saat akan disantap, panaskan kembali di wajan dengan api kecil hingga hangat. Rasanya bahkan seringkali jadi lebih medok dan meresap keesokan harinya.

Belum ada Komentar untuk "Frequently Asked Questions"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Bawah Artikel