Membuat Jiaozi
1. Apa fungsi memeras air sawi putih sebelum dicampur ke
isian?
Sawi putih punya kandungan air yang tinggi, jika tidak diperas setelah diberi garam, airnya akan keluar saat proses pembungkusan. Hal ini bisa bikin kulit Jiaozi jadi lembek, gampang robek, dan isiannya jadi terlalu cair.
2. Kenapa adonan kulit harus menggunakan air panas, bukan
air dingin?
Air panas berfungsi untuk mematangkan sebagian pati (pre-gelatinization) sehingga adonan menjadi lebih transparan, lentur, dan mudah dibentuk. Jika menggunakan air dingin, adonan pati gandum cenderung rapuh dan sulit untuk dipipihkan tipis.
3. Bisa nggak Jiaozi ini disimpan di freezer untuk stok?
Bisa banget, kamu bisa menyusun Jiaozi yang sudah dibentuk di atas nampan (jangan menumpuk) dan bekukan sebentar sebelum dipindah ke wadah kedap udara. Saat mau dimakan, tinggal langsung direbus atau digoreng tanpa perlu dicairkan (thawing) terlebih dahulu.
4. Apa bedanya cuka hitam dengan cuka putih biasa untuk saus
cocolan?
Cuka hitam (black vinegar) punya aroma fermentasi yang lebih kuat, rasa sedikit manis, dan tidak setajam cuka putih. Cuka ini merupakan pasangan klasik Jiaozi yang memberikan aroma autentik ala restoran dimsum.
5. Bagaimana cara tahu kalau isian ayam di dalam Jiaozi
sudah matang sempurna?
Tandanya adalah kulit Jiaozi akan terlihat lebih kencang dan
isian di dalamnya memadat. Jika direbus, Jiaozi yang sudah matang akan
mengapung stabil di permukaan air selama beberapa menit.
Belum ada Komentar untuk "Membuat Jiaozi"
Posting Komentar