Seputar Bolu Marmer
1. Eh, kok bolu marmerku bawahnya kayak 'berkeringat' minyak, ya? Kenapa tuh?
Nah, ini penyakit klasik, nih. Biasanya karena ngocok
mentega dan gulanya kurang lama, jadi mereka belum "bersatu"
sempurna. Atau bisa juga karena mentegamu terlalu lembek. Pastiin menteganya
suhu ruang aja, jangan sampai meleleh.
2. Baking powder-nya harus double acting, ya? Nggak bisa yang biasa?
Double acting itu lebih sakti, dia kerja dua kali (pas kena
cairan & panas), jadi kue ngembangnya lebih stabil. Pakai yang biasa sih
bisa, tapi mungkin hasilnya nggak akan semegah dan sekokoh kalau pakai yang
double acting.
3. Kalau nggak punya oven, bisa dikukus nggak?
Bisa banget! Tapi hasilnya bakal beda total ya. Bolu kukus
teksturnya bakal super lembap dan kenyal, nggak ada kulit garingnya. Waktunya
juga beda, kukus sekitar 45-60 menit pakai api sedang dan jangan lupa tutup
pancinya dilapisin serbet.
4. Biar awet, enaknya disimpen gimana?
Masukkan ke wadah kedap udara, simpan di suhu ruang aja. Dia
bakal awet 3-4 hari. Kalau mau lebih lama, boleh masuk kulkas, tapi nanti
teksturnya jadi lebih padat. Kalau mau dimakan, angetin aja sebentar di
microwave biar lembut lagi.
5. Motif marmerku kok malah jadi cokelat semua, sih?
Itu tandanya kamu terlalu bersemangat pas bikin motifnya,
hehe. Ingat ya, cukup satu-dua putaran lembut aja pakai sumpit. Tujuannya kan
bikin pusaran warna, bukan nyampurin adonan jadi warna baru.
Belum ada Komentar untuk "Seputar Bolu Marmer"
Posting Komentar