13 Jenis Aneka Sajian Pisang Tradisional Khas Nusantara yang Legit & Lezat
Rabu, September 04, 2019
Tulis Komentar
Tak hanya yang kekinian saja, sajian pisang tradisional dan
khas Indonesia juga banyak dicari, nih. Mungkin kita hanya tahu beberapa sajian
saja seperti es pisang ijo dan sale pisang. Padahal, masih banyak sajian atau
kudapan dari pisang khas daerah yang resepnya sudah turun-temurun, lho.
Penasaran? Langsung saja simak yang satu ini!
1. Godok Pisang atau Cekodok
Wisata ke daerah Sumatera Utara dan Barat rasanya tak
lengkap tanpa jajan kue satu ini. Godok pisang atau cekodok atau godo-godo
adalah kue bola pisang khas Sumatera yang digoreng hingga kecoklatan. Rasanya
benar-benar legit karena memakai pisang kepok, raja, atau batu yang sudah
matang atau kematengan.
Nah, bahan pembuatannya cukup sederhana yakni pisang,
terigu, gula-garam secukupnya (kalau tak mau terlalu manis, gulanya dibatasi
saja), dan baking soda. Beberapa daerah juga menambahkan parutan kelapa dalam
adonan ini supaya rasanya makin mantap.
2. Pisang Molen
Bagi penggemar gorengan, olahan pisang yang satu ini tentu
sudah tak asing, ya. Pisang molen adalah salah satu kudapan khas Bandung.
Jangan terbalik dengan pisang bolen karena meskipun sama-sama dari Bandung,
keduanya adalah makanan yang berbeda.
Pisang molen memiliki tekstur kulit tipis dan garing untuk
membungkus pisang raja, tanduk, atau uli matang yang sudah dipotong jadi 2-3
bagian. Kulit ini terbuat dari terigu, maizena, telur, air es, gula, margarin,
dan garam secukupnya. Bayangkan rasanya yang kriuk di luar dan lembut di dalam,
hmm satu potong rasanya tak cukup!
3. Pisang Sale
Di antara olahan pisang tradisional lainnya, pisang sale
adalah yang paling tahan lama. Tak heran, sajian pisang khas Jawa ini sering
dijadikan makanan oleh-oleh dalam kemasan. Ada dua jenis pisang sale, yakni
versi basah dan versi kering.
Pisang sale basah adalah pisang yang sudah disisir, lalu
dijemur agar kadar air dalam buahnya berkurang. Jadi, jangan heran ya jika
warna olahan pisang ini cenderung gelap. Nah setelah dijemur, pisang sale bisa
langsung disantap atau digoreng tepung. Pisang sale yang digoreng tepung inilah
yang disebut pisang sale kering.
4. Mata Roda
Sesuai namanya, kue satu ini memang berbentuk seperti roda,
lho. Mata roda terkenal di daerah Jawa Tengah sebagai kue basah bertekstur
kenyal dengan rasa manis-gurih. Oh ya, mata roda ini juga ada di Jawa Barat
(Sunda) dengan sebutan kue putri noong dan di Makassar dengan beppa janda atau
kalimbu.
Kue ini terbuat dari adonan singkong parut yang dikukus,
diberi aneka warna, lalu diisi pisang raja, tanduk, atau kepok yang sudah
matang. Setelah itu, adonan singkong isi pisang ini dikukus dan dipotong bentuk
bulat. Terakhir, taburkan kelapa parut agar rasanya gurih dan makin mantap.
5. Carang Gesing
Jika anda suka kudapan gurih-manis, jajanan pasar khas Jawa
Tengah ini tak boleh dilewatkan. Carang gesing adalah olahan pisang uli, raja,
atau kepok yang dipadu dengan gula, garam, dan telur.
Pemakaian pisang untuk sajian ini harus yang benar-benar
matang atau kematengan agar rasa manis dan aromanya menonjol. Sedangkan telur
dalam adonan ini memang membuat gurih carang gesing, tapi jika kurang yakin
anda juga bisa tambahkan santan. Adonan ini nantinya dikukus matang dan siap
disajikan atau disimpan dalam kulkas.
6. Nagasari
Dari dulu hingga sekarang, kue basah asal Jawa Tengah ini
hampir tak pernah absen di antara jajanan pasar tradisional. Nagasari merupakan
adonan yang terbuat dari tepung beras, santan, dan gula, yang kemudian diisi
dengan pisang kepok atau raja matang.
Adonan isi pisang ini nantinya dibungkus dalam daun pisang
dan dikukus hingga matang. Nah agar semakin menarik, nagasari juga hadir dalam
berbagai warna, lho. Saat membuat adonan, beberapa orang menambahkan pewarna
alami hijau (air daun suji) dan merah (gula merah). Tak heran, kue lembut dan
manis ini sering jadi langganan untuk snack arisan atau pertemuan.
7. Pisang Plenet
Katanya, olahan pisang yang satu ini sudah cukup langka,
lho. Pisang plenet adalah kuliner khas Semarang berupa pisang bakar yang
kemudian dipipihkan atau “diplenet”.
Pisang kepok sering jadi pilihan karena tak mudah hancur
saat dibakar dan dipipihkan, serta memiliki rasa manis yang pas. Nantinya,
pisang ini dibakar terlebih dahulu hingga layu, lalu diplenet atau dipenyet
hingga dagingnya melebar, dioles margarin, lalu dibakar lagi hingga
permukaannya kecoklatan.
Olahan yang juga sering disebut pisang penyet ini pun ditumpuk
bak kue dadar dan disajikan dengan aneka topping seperti meses, kacang, keju,
atau gula halus. Yuk, segera diburu sebelum kehabisan!
8. Lempeng Pisang
Kalau orang Barat punya pancake, Indonesia juga punya
lempeng pisang. Kudapan satu ini berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan
dan mudah ditemukan di segala penjuru kota.
Sekilas, olahan pisang ini memang mirip pancake, hanya saja
pisangnya dilumat kasar atau dipotong dadu untuk dicampurkan dalam adonan kue.
Jadi ketika disantap, ada tekstur pisangnya yang bergerindil dan tentunya
membuat sensasi tersendiri. Agar semakin beraroma, pakailah pisang tanduk,
raja, atau talas yang memang matangnya pas (tidak kemudaan, tidak kematengan).
Bisa juga tambahkan santan atau kelapa parut agar semakin
gurih. Hmm, apalagi ditambah dengan topping mentega cair, madu, keju, atau susu
kental manis tentunya cocok untuk sarapan berkelas yang ekonomis, nih!
9. Pisang Gapit
Suka sajian yang bersaus creamy? Yuk cobain pisang gapit!
Sesuai namanya, pencuci mulut khas Kalimantan Timur ini memang diperlu digapit
atau dijepit saat proses bakar. Jadi, pisang kepok atau sanggar dibakar
terlebih dahulu hingga layu, lalu dijepit hingga agak pipih tapi tidak melebar
seperti pisang plenet. Setelah itu, pisang dioles margarin dan dibakar hingga
kedua sisinya matang.
Nah, pisang bakar yang agak keras di luar tapi lembut di
dalam ini pun dituang dengan saus gula merah yang creamy. Saus berwarna
kecoklatan ini dibuat dari gula merah dan santan, lalu dituang di atas pisang
gapit hingga “banjir”. Duh, jadi ngiler ya?
10. Pisang Rai
Eits, jangan sampai olahan pisang ini tertukar dengan mata
roda ya. Pisang rai adalah kudapan khas Bali dari adonan tepung beras, santan,
air suji, dan kelapa parut yang kemudian diisi pisang raja, tanduk, atau kepok
yang sudah matang. Nantinya, adonan berisi pisang ini digulung dan dibungkus
dengan daun pisang seperti lemper, lalu dikukus hingga matang.
Teksturnya lembut dan terasa manis-legit, apalagi ditambah
taburan kelapa parut yang pastinya jadi makin mantap! Tak sulit menemukan
pisang rai di Bali karena hampir setiap sudut kota menjajakan kue basah ini.
Harganya yang sangat terjangkau juga jadi alasan utama mengapa jajanan pasar
berkulit hijau ini populer di pulau dewata.
11. Barongko Pisang
Satu lagi olahan pisang yang memakai daun pisang: barongko.
Kue basah asal Bugis, Makassar ini memang terasa lembut dan legit. Bahkan,
aromanya benar-benar wangi ketika selesai dikukus.
Barongko memakai bahan pisang kepok atau raja yang sudah
matang, santan, telur, gula, dan garam secukupnya. Uniknya, telur yang
digunakan ternyata tidak tanggung-tanggung lho, yakni sekitar 6-10 butir telur
(tergantung resep). Wah, bayangkan betapa gurih dan lembutnya kue ini ya?
12. Pisang Epe
Sajian pisang yang satu ini hampir sama dengan pisang gapit,
hanya saja menggunakan saus gula merah yang legit sebagai kondimennya. Pisang
epe adalah jajanan yang sangat populer di Pantai Losari, Makassar.
Epe dalam bahasa setempat berarti “jepit”, karena pisang ini
perlu dijepit saat proses pembakarannya. Jadi, pisang kepok atau raja yang
belum terlalu matang dan agak keras dibakar hingga cukup layu, lalu dijepit
hingga agak gepeng, dioles margarin, dan dibakar lagi hingga matang. Selanjutnya,
pisang epe dituang saus gula merah yang kental dan legit agar semakin mantap.
Selain saus gula merah, beberapa juga memakai saus coklat,
saus durian, taburan keju parut, dan kacang yang dicincang kasar. Ah, rasanya
makin rileks menikmati suasana pantai ya?
13. Es Pisang Ijo
Terakhir, ada minuman es yang sangat populer: es pisang ijo!
Olahan pisang asal Makassar ini memang jadi favorit karena perpaduan adonan
hijau berisi pisang, bubur sumsum, es batu, sirup merah, dan susu kental manis
yang menggoyang lidah.
Adonan hijau pembungkus pisang raja atau tanduk ini terbuat
dari tepung beras, tepung kanji, air daun suji, dan santan. Rasanya manis dan
lembut, apalagi disuap bersama bubur sumsum. Slurp!
Sebagian besar aneka sajian di atas dibuat dengan cara
dikukus. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk punya panci kukus. Siapa tahu
anda akan perlu suatu saat nanti, kan? Nah, agar bisa mengukus kue sekaligus
banyak, pakai Supra Panci Kukus Susun 3 yang
berdiameter 24 cm.
Panci paling bawah berfungsi sebagai wadah air mendidih dan
2 panci lainnya sebagai wadah makanan. Karena termasuk panci kukus susun, SUPRA
Panci Kukus ini terbuat dari bahan stainless steel berkualitas. Sehingga, anda
tidak perlu khawatir karena kue pasti matang merata.
Sumber:https://resepkoki.id/13-aneka-sajian-pisang-tradisional-khas-nusantara-yang-legit-lezat-2/















Belum ada Komentar untuk "13 Jenis Aneka Sajian Pisang Tradisional Khas Nusantara yang Legit & Lezat"
Posting Komentar