14 Macam Kue dan Jajanan Pasar Unik Khas Sumatera
Minggu, September 08, 2019
Tulis Komentar
Terutama kudapan dan jajanan pasarnya. Selama ini, pempek
unggul sebagai jajanan yang populer dari Palembang. Padahal, masih banyak
jajanan khas yang tak kalah lezat dan wajib dicoba kalau anda berkunjung ke
sana. Apa saja? Simak daftar ini, yuk!
1. Roti Canai
Pelanggan setia rumah makan Aceh pasti tak asing dengan
kudapan ini. Roti canai adalah hidangan khas Aceh yang juga populer di tanah
Melayu lain. Roti tipis yang dikenal sebagai roti maryam ini mirip dengan roti
prata khas Timur Tengah. Bedanya, tekstur roti prata lebih tipis dan kering.
Kudapan ini dibuat dengan terigu, telur, minyak, dan air hangat yang kemudian
diulen hingga kalis. Adonan ini nantinya dipanggang di atas wajan. Roti canai
bisa disajikan dengan topping manis atau gurih, entah itu kari, meises, atau
parutan keju.
2. Timphan
Kue basah ini terkenal sekali di Aceh. Saat menjelang Lebaran,
timphan banyak dijajakan sebagai kudapan takjil atau cemilan hari raya.
Sekilas, kue bertekstur kenyal ini mirip nagasari. Tapi jika nagasari memakai
potongan pisang sebagai isiannya, timphan memakai pisang sebagai bahan kulit
kue. Adonan kulit dibuat dari pisang yang sudah dihaluskan dan tepung ketan.
Nantinya, adonan ini diisi dengan parutan kelapa atau sarikaya. Timphan
dibungkus dalam daun pisang dan dikukus hingga matang.
3. Keukarah
Kalau es sarang burung berasal dari Lombok, kue sarang
burung ini justru asli dari Aceh. Saking istimewanya, keukarah atau kue karah
lebih mudah ditemui saat Lebaran atau acara tertentu. Dulu, kue ini pun sering
jadi hantaran pengantin pria kepada pengantin wanita. Tapi sekarang, kue renyah
dan manis ini bisa ditemukan di seluruh daerah Aceh. Lengkap rasanya ketika
dinikmati saat ngobrol dan minum teh. Keukarah dibuat dari tepung beras yang
dicampur air dan gula. Nantinya, campuran ini akan digoreng membentuk gumpalan
sarang seperti bulan sabit.
4. Lampet
Sekilas, kenampakan luarnya terlihat seperti bacang. Namun
ketika dibuka, kue basah dengan tekstur lembut ini punya isian gula merah yang
legit dan meleleh. Cemilan ini bisa dibilang wajib untuk orang Batak. Entah
saat arisan, hajatan, hingga perkawinan. Ada dua jenis lampet: lampet beras dan
lampet ketan. Jenis ini tergantung pada bahan pembuatannya, yakni tepung beras
atau tepung ketan. Tepung ini dicampur dengan parutan kelapa, air, dan gula
pasir. Setelahnya, adonan diisi dengan gula merah yang sudah disisir dan
dibungkus dengan daun pisang. Kukus hingga matang dan sajikan selagi hangat!
Selain lampet, ada kudapan yang mirip bernama pohulpohul.
Bedanya, pohulpohul tidak dibungkus daun pisang, melainkan dibentuk dengan
genggaman tangan. Unik sekali, ya?
5. Sasagun
Bisa anda tebak bagaimana rupa kudapan ini? Sekilas, kudapan
manis dan renyah ini mirip remahan kue kering. Namun, sasagun dibuat dari
campuran tepung beras dan kelapa parut yang digongseng dengan gula merah.
Semuanya diaduk hingga kering dan bertekstur. Tak hanya itu, kudapan ini juga
bisa ditambahkan nanas, durian, atau kacang-kacangan sebagai penambah citarasa.
Meskipun teksturnya ringan, sasagun sering dibuat sebagai sajian acara adat,
lho. Seperti di Tapanuli, sasagun jadi hantaran pengantin pria kepada pihak
wanita. Kudapan ini juga sering jadi oleh-oleh dalam acara mebat malungun atau
temu kangen.
6. Gandus
Bisa dibilang, kue ini adalah “talam ebi” khas Jambi. Namun,
gandus lebih bercitarasa karena ditaburi ebi, bawang goreng, daun kucai, dan
irisan cabai. Tekstur kuenya pun kenyal dan identik dengan warna putih. Gandus
dibuat dengan sederhana, yakni campuran tepung beras, tapioka, santan dan
garam. Campuran ini dituang dalam cetakan cucing lalu dikukus hingga matang.
7. Putri Kandis
Namanya cantik sekali, ya? Tak heran, tampilan kue basah
inipun sama cantiknya. Bentuknya mirip kue lapis, hanya saja bertekstur lebih
padat dan beragam. Mengapa beragam? Karena ada tiga lapisan dalam kue ini,
yakni coklat, kuning, dan hijau. Lapisan coklat dan kuning memiliki kepadatan
yang sama. Bedanya, lapisan coklat diberi perasa coklat. Untuk lapisan hijau,
bahan bakunya cukup berbeda dengan dua lapis sebelumnya. Teksturnya lebih
creamy dan lembut, plus warna hijaunya berasal dari air daun suji.
Keunikan lain dari kue ini adalah banyaknya penggunaan telur
dan gula. Jadi bisa dibayangkan betapa manis dan lembutnya sepotong putri
kandis. Namun, kue ini jarang ditemui di keseharian kota Jambi. Putri kandis
biasa jadi hantaran mempelai laki-laki kepada pihak perempuan dalam adat
perkawinan Jambi.
8. Bejak Enjak
Siapa sangka kue basah khas Lampung ini berbahan dasar
pisang. Bejak enjak dibuat dengan campuran gula, pisang raja, dan ketan putih.
Nantinya, adonan tersebut dibungkus dalam daun pisang dan dikukus hingga
matang. Teksturnya setelah matang mirip dengan kue lemet dengan rasa
manis-legit. Bejak enjak sangat terkenal di Lampung sebagai kudapan dan sajian
acara adat. Nama bejak enjak ini populer di daerah Lampung Tengah dan pesisir.
Sebutan lainnya adalah bebai makhing yang biasa dipakai masyarakat Lampung
Selatan.
9. Kue 8 Jam
Sesuai namanya, kue 8 jam dibuat dalam waktu 8 jam. Cara
buatnya pun hampir mirip rendang, yakni kue dikukus dalam panci dandang dengan
api kecil (slow cooking). Unik sekali, ya? Tapi tak sembarang hari saat
membuatnya, karena kue 8 jam lebih banyak ditemukan saat hari Lebaran. Secara
garis besar, proses mengolahnya sama seperti kue bolu. Bedanya, bahan kue 8 jam
terbilang unik nih, yaitu telur bebek, susu kental manis, margarin, gula, dan
agar-agar putih. Hasil akhirnya adalah kue dengan permukaan kecoklatan dan
tekstur lembut-kenyal. Rasanya manis sekali dan benar-benar legit,
sampai-sampai makan seiris kecil saja sudah cukup.
10. Kacimuih
Familier dengan urap singkong khas Betawi? Anda juga bisa
menemukannya di Minang, yakni kacimuih. Seperti halnya Betawi, kacimuih juga
dibuat dari singkong yang diparut kasar dan ditaburi campuran kelapa parut dan
gula halus. Gulanya sendiri bisa dipilih, yakni gula pasir atau gula merah.
Kacimuih dipopulerkan oleh orang Saisuak (Sumatera Barat). Sayangnya, kacimuih
mulai langka di pasaran Sumatera. Padahal, perpaduan rasa manis, gurih, dan
legit dalam tekstur renyah membuat kudapan ini wajib hadir saat kumpul-kumpul.
11. Sala Lauak
Kalau Jawa punya bakwan, orang Minang punya sala lauak
sebagai gorengan favorit. Bentuknya bulat seperti bola pingpong dengan warna
kuning kecoklatan. Ketika digigit, aroma rempah dari gorengan ini begitu kuat
terutama daun kunyitnya. Selain itu, ada rasa ikan asin yang cukup khas. Secara
harafiah, sala lauak berarti “ikan goreng”. Meski tak berbentuk ikan, sala
lauak memakai ikan asin (stuhuak) yang dihaluskan. Ikan ini nantinya dicampur
dengan terigu, daun kunyit, sedikit air, dan bumbu kuning. Adonannya
dibulat-bulatkan dan digoreng hingga matang. Sajikan bersama katupek sayua
sebagai sarapan!
12. Bolu Koja
Bolu adalah jenis kue yang populer di Indonesia. Salah
satunya adalah bolu koja atau kojo dari Sumatera Selatan. Seperti yang lain,
bolu satu ini terasa lembut. Uniknya, tekstur bolu koja lebih padat dan lembab
seperti brownies. Aroma pandan yang wangi makin melengkapi kelezatan kue manis
dan gurih ini. Bolu koja sering dihidangkan saat acara adat. Tampilannya pun
dibentuk seperti bunga sehingga terlihat menarik dan cantik. Tak heran, koja
sendiri berarti “kamboja” dalam bahasa setempat.
13. Jongkong
Salah satu versi kue jongkong di Indonesia adalah milik
Bangka Belitung. Kue jongkong khas Bangka bertekstur rapuh, sehingga
ditempatkan dalam wadah khusus. Dulu, wadah yang digunakan adalah material
kaleng. Namun sekarang, wadah plastik lebih dipilih karena lebih praktis dan
ringan.
Kue jongkong Bangka punya tiga lapis, yakni putih, hijau,
dan coklat. Lapisan putih (pertama) terbuat dari tepung beras, tapioka, santan,
dan garam. Lapisan kedua yang berwarna hijau dibuat dengan bahan putih, hanya
saja ditambahkan air daun suji. Lapisan bawah yang berwarna coklat dibuat dari
gula merah yang dihaluskan. Jika semua rasa digabungkan, kue jongkong akan
terasa lembut dan manis. Tak heran, kue ini laku keras di bulan Ramadhan
sebagai takjil.
14. Martabak Bangka
Sesuai namanya, martabak yang laris manis di Indonesia ini
adalah kebangaan orang Bangka. Bahkan hingga kini, martabak manis ini masih
jadi favorit di daerah asalnya. Awalnya, martabak bangka dikenal sebagai hok lo
pan. Penciptanya adalah orang Hakka yang bermukim di Pangkal Pinang, Bangka
Belitung. Pertama kali dibuat, kue ini hanya diberi taburan wijen dan kacang.
Saking banyaknya peminat, kue hok lo ini pun dibawa ke luar pulau dan
masyarakat luar pun menjulukinya sebagai “martabak Bangka”. Martabak bangka
terasa agak gurih dibanding martabak manis biasa. Teksturnya pun lebih tebal
dan berserat. Cara buatnya sama seperti martabak manis, tapi adonan dasarnya
jauh lebih kental.
Sumber:https://resepkoki.id/14-kue-dan-jajanan-pasar-khas-sumatera-yang-ikonik/















Belum ada Komentar untuk "14 Macam Kue dan Jajanan Pasar Unik Khas Sumatera"
Posting Komentar