7 Macam Serabi khas Nusantara yang Legit & Unik
Senin, September 09, 2019
Tulis Komentar
Secara tradisional, serabi dibuat dengan belanga kecil di
atas tungku api. Bahkan untuk mempertahankan tradisi, cara masak serabi seperti
ini masih dilakukan hingga sekarang.
Awalnya, serabi dibuat dengan tiga bahan yakni tepung beras,
santan, dan gula. Seiring berjalannya waktu, ada bahan tambahan untuk
memperkaya rasa serabi. Tak hanya itu, serabi pun makin menggugah selera dengan
aneka topping seperti saus kinca, saus gula merah, keju, suwiran ayam, oncom,
meises, hingga potongan buah.
Nah, beberapa daerah di Indonesia juga mengolah serabi
dengan ciri khas masing-masing. Kalau hanya anda tahu serabi dari dua atau tiga
kota saja, yuk simak daftarnya berikut ini!
1. Serabi Bandung
Bisa dibilang, kudapan asal Bandung ini yang paling terkenal
sebagai “serabi” di Indonesia. Kata serabi atau surabi sendiri berasal dari
bahasa Sunda yang berarti “besar”. Bentuknya bulat pipih dan berpori.
Teksturnya pun empuk dan padat di semua bagian, alhasil sering tertukar dengan
kue apem. Serabi bandung biasa disuguhkan dalam dua warna, yakni hijau dan
putih. Warna hijau didapat dari air daun suji yang dicampur dalam adonan
serabi. Bahan adonannya sendiri adalah terigu, telur, dan air kelapa. Meskipun
sederhana, serabi Bandung disajikan dengan dua jenis taburan: gurih-pedas
dengan oncom atau manis-legit dengan kuah kinca.
2. Serabi Solo
Kalau menilik asal usul serabi, kue khas Solo ini yang
paling mendekati bentuk klasiknya. Serabi Solo dibuat dengan tepung beras,
gula, garam, dan santan. Perpaduan rasanya lebih legit dari serabi Bandung,
sehingga disantap begitu saja pun sudah nikmat. Namun, beberapa orang
menambahkan taburan meises, parutan keju, atau kacang supaya makin bercitarasa.
Serabi Solo juga punya bentuk unik. Bagian pinggirnya bertekstur garing dengan
warna kecoklatan, sedangkan tengahnya cenderung basah dan lembut dengan warna
putih. Saat disajikan, kue serabi digulung dalam daun pisang sehingga aromanya
makin kuat.
3. Serabi Jakarta
Jakarta juga punya serabi, lho. Banyak orang lebih
mengenalnya sebagai kue ape daripada serabi. Kenampakannya memang mirip serabi
Solo, tapi bagian tengah serabi ini lebih kecil, menggembung, dan padat. Kalau
serabi Solo identik dengan adonan putih, serabi Jakarta bisa dibuat dengan dua
warna yaitu hijau dan putih. Bahan-bahannya terdiri dari terigu, telur, santan,
bahan pengembang, dan vanili. Rasanya yang gurih dengan tekstur pinggiran
renyah sudah terasa nikmat tanpa taburan. Tak sulit mencari kudapan ini karena
penjaja kaki lima banyak menjualnya di sudut-sudut jalan kota.
4. Serabi Cirebon
Anda penggemar serabi gurih? Jangan lupa mampir ke Cirebon
untuk membeli kudapan ini! Serabi atau surabi cirebon dibuat dengan tepung
beras, terigu, air, kelapa parut, dan garam. Ketika matang, bentuknya memang
mirip serabi Bandung. Tapi, siap-siap bingung memilih taburan gurihnya nih. Ada
oncom, telur, tauco, hingga tempe orek. Seperti halnya serabi lain, aneka
taburan ini dimasukkan saat proses pemanggangan serabi. Tak perlu takut rasanya
mentah atau amis karena taburan ini akan matang bersamaan dengan serabi.
Uniknya lagi, serabi gurih ini disantap saat sarapan bersama gorengan tempe,
tahu, hingga bakwan. Mantap, kan?
5. Serabi Bali
Sama seperti Jakarta, orang tidak menyebutnya sebagai serabi
Bali. Kue ini lebih tenar dengan sebutan “laklak”. Bahan pembuatannya adalah
tepung beras, santan, garam, dan bahan pengembang. Bentuknya bulat agak pipih
seperti serabi Bandung, tapi ukuran aslinya hanya sebesar bulatan jempol dan
telunjuk. Kue ini juga terkenal dengan aroma pandan dan daun sujinya yang kuat.
Tak heran, serabi Bali pasti memiliki warna hijau. Nah kalau biasanya serabi
lain punya beragam taburan, serabi Bali diberi parutan kelapa dan siraman saus
gula merah saja. Rasanya gurih dan benar-benar legit, apalagi dipadu empuknya
tekstur serabi.
6. Serabi Kalibeluk
Jangan tertipu dengan tampilannya yang terlihat keras.
Serabi asal desa Batang ini termasuk legendaris, lho. Konon, serabi ini sudah
ada sejak zaman kerajaan Mataram dulu. Bahan-bahannya pun masih sederhana,
yakni terigu, air/santan, dan gula aren. Bentuknya lebih besar dari serabi
lain. Namun, teksturnya cenderung lengket dengan rasa legit yang kuat. Selain
itu, serabi ini cukup tebal dan berserat. Wah, makan satu saja mungkin sudah
kenyang ya? Serabi Kalibeluk dibuat dalam dua versi, yakni manis dan gurih.
Kudapan ini bisa dimakan begitu saja tanpa taburan apapun.
7. Serabi Minang
Serabi tak hanya di pulau Jawa dan Bali saja, tapi juga di
Sumatera. Kue ini lebih sering disebut “pinukuik” yang artinya panekuk atau
pancake. Namun, ada pula yang menyebutnya sebagai “serabi Minang”.
Bahan-bahannya adalah terigu, vanili, santan, parutan kelapa, dan tapai. Yup,
serabi Minang ini memilih tapai sebagai bahan pengembang alami. Tak heran,
serabi ini tahan hingga berhari-hari dengan tekstur adonan yang makin kental.
Bentuknya sama seperti serabi Bandung, yakni bulat pipih dengan warna agak gosong
di kedua sisinya. Selain itu, permukaan serabi Minang memiliki pori-pori yang
besar.
Sumber:https://resepkoki.id/7-serabi-khas-nusantara-legit-unik/








Belum ada Komentar untuk "7 Macam Serabi khas Nusantara yang Legit & Unik"
Posting Komentar