9 Macam Resep Jajanan Pasar Khas Indonesia dari Tepung Beras
Minggu, September 08, 2019
Tulis Komentar
Bukan rahasia jika beras menjadi komoditi besar di
Indonesia. Tak hanya nasi hangat untuk santapan harian, beras juga diolah jadi
tepung dengan tekstur halus dan licin. Nah, kudapan dan jajanan pasar kita
banyak diolah dari tepung ini, lho. Kue-kue ini punya rasa manis dan kelembutan
yang khas.
Selain itu, bubur-bubur cemilan yang biasa disantap untuk
takjil Ramadhan pun pakai tepung beras. Intinya, tepung beras lebih banyak
diolah menjadi santapan manis dalam porsi kecil. Daripada stok tepung beras
menganggur di rumah, coba buat jadi panganan kecil berikut yuk!
1. Nagasari
Kue basah ini mudah ditemukan di pasar tradisional.
Kenampakannya dibungkus daun pisang sementara kuenya berwarna putih dan
bertekstur kenyal.
Nagasari dibuat dengan campuran tepung beras, santan, dan
gula. Kue ini semakin khas dengan potongan pisang yang jadi isian adonan
tersebut. Nagasari biasa disajikan saat arisan atau acara keluarga. Tak hanya
putih, nagasari juga bisa diberi warna lain seperti merah, biru, dan hijau.
Menarik, ya?
2. Talam
Talam adalah jenis kue yang bisa dibuat dengan berbagai
bahan. Ada talam singkong, ebi, abon, ubi, labu, hingga jagung dengan citarasa
beragam. Karena banyaknya inovasi, tak ada yang mengklaim asal kue ini. Talam
memang tersebar luas di Indonesia dengan berbagai nama misalnya gandos (Jambi).
Pada dasarnya, talam dibuat dengan tepung beras,
tapioka/sagu, santan, dan gula. Selanjutnya, adonan tersebut dicampur dengan
bahan utama yang sudah dihaluskan seperti ubi, labu, singkong, dan pisang.
Tuang adonan dalam cetakan cucing dan kukus hingga matang.
3. Putu Ayu
Seperti namanya, kue ini memang terlihat ayu alias cantik.
Perpaduan rasa gurih dan manis menyatu di mulut sejak gigitan pertama. Putu ayu
identik dengan warna hijau dan taburan kelapa parut. Dengan bentuknya yang
unik, putu ayu sering disajikan dalam acara adat dan hajatan.
Putu ayu merupakan perpaduan tepung beras, gula, telur,
santan, dan sari daun pandan-suji. Kue ini terasa lembut dan agak lembab karena
diproses kukus.
Versi lain dari kue ini adalah putu bambu. Bedanya, bahan
putu bambu lebih sederhana yakni tepung beras, air hangat, garam, gula merah,
dan parutan kelapa. Nantinya, campuran bahan tersebut dituang dalam cetakan
bambu dan dikukus hingga padat.
4. Kue Lapis
Siapa yang tak kenal kue lapis? Jajanan pasar ini populer
sebagai kudapan arisan atau acara khusus. Kue ini punya tampilan yang menarik
dengan lapisan berbeda warna. Tapi beda dengan lapis legit, lapis beras punya
warna yang lebih transparan dan tekstur kenyal.
Kue ini dibuat dengan campuran tepung beras, sagu/tapioka,
gula, garam, dan santan. Semua bahan ini dicampur jadi satu dan dikukus dalam
panci dandang. Agar membentuk lapisan, tiap lapis dikukus satu per satu.
Misalnya lapisan berwarna putih terlebih dahulu, lalu selanjutnya lapisan
coklat. Begitu seterusnya hinggat set dan jadi tumpukan yang terdiri dari 2-3
jenis warna lapisan.
Sebagian besar jajanan tradisional Indonesia dibuat dengan
cara dikukus. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk punya panci kukus. Siapa
tahu anda akan perlu suatu saat nanti, kan? Nah, agar bisa mengukus kue
sekaligus banyak, pakai Supra Panci Kukus Susun 3 yang
berdiameter 24 cm.
Panci paling bawah berfungsi sebagai wadah air mendidih dan
2 panci lainnya sebagai wadah makanan. Karena termasuk panci kukus susun, SUPRA
Panci Kukus ini terbuat dari bahan stainless steel berkualitas. Sehingga, anda
tidak perlu khawatir karena kue pasti matang merata.
5. Putu Mayang
Berbeda dengan putu ayu, putu mayang memiliki kenampakan
seperti mie dengan siraman kinca (saus gula merah). Jajanan pasar ini semakin
cantik dengan warna yang beragam seperti putih, merah muda, dan hijau.
Putu mayang berasal dari Betawi. Pembuatannya mencampurkan
tepung beras, sagu/tapioka, santan, dan gula. Adonan tersebut nantinya direbus
hingga kental dan halus. Selanjutnya, adonan dicetak jadi gumpalan mie dan
disiram saus kinca yang manis-legit.
6. Kue Cucur
Kue satu ini cukup legendaris di pasaran. Sebetulnya, kue
cucur banyak dijajakan di berbagai kawasan Asia Tenggara. Namun di Indonesia,
kue basah ini sering dijadikan cemilan dalam upacara adat. Keunikan bentuk dan
rasa inilah yang membuat kue cucur punya makna sendiri bagi masyarakat kita.
Kue cucur punya pinggiran yang bergelombang, sedangkan
tengahnya menggembung seperti gunung. Rasanya legit, basah, dan khas karena ada
sensasi liat dan lumer yang menyatu jadi satu.
Kue cucur terdiri dari santan, gula merah, tepung beras,
tapioka, dan bahan pengembang. Semua bahan tersebut dicampur jadi adonan dan
digoreng hingga mekar. Selama digoreng, kue cucur perlu ditusuk bagian
tengahnya agar membentuk “gunung”.
7. Apem
Kue yang mirip serabi Bandung ini berukuran lebih tebal dan
lebih empuk. Pada dasarnya, apem adalah kue khas Arab yakni appam. Makna appam
ini kemudian disadur dari kata “afuan” yang berarti ampunan. Oleh karenanya,
kue apem banyak dijajakan selama bulan suci Ramadhan.
Adonan apem jauh lebih kental dari serabi. Dibuat dengan
campuran tepung beras, telur, gula, tapai, ragi, dan santan, adonan apem perlu
disimpan semalaman agar mengembang dan berpori saat dipanggang. Rasanya khas
dengan aroma wangi dari perpaduan ragi dan tapai.
8. Carabikang
Siapa yang tak terpesona kue berbentuk unik ini? Carabikang
punya bentuk mekar dan berwarna-warni. Kue jadul ini sering hadir di acara
hajatan atau menemani teh hangat saat gerimis hujan.
Meskipun berserat, kue ini tidak sama dengan bika ambon.
Carabikang dibuat dengan tepung beras, terigu, gula, telur, dan santan. Jika
ingin lebih kenyal dan agak set, tambahkan tepung tapioka dengan menyesuaikan
takaran tepung lain. Panggang dalam cetakan bulat panas dan sajikan selagi
hangat. Rasa manis dan lembutnya tekstur dijamin bikin ketagihan!
9. Pancong
Kue pancong pernah naik daun di Indonesia. Dengan tekstur
lembut dan taburan beraneka topping, pancong sanggup merebut hati kaum
milenial.
Awalnya, kue ini adalah jajanan khas Betawi yang sederhana.
Bentuknya setengah lingkaran dengan tekstur padat tapi lembut di lidah. Saat
matang, pancong klasik hanya ditaburi parutan kelapa dan gula pasir. Namun,
perpaduan rasa gurih dan manis khas inilah yang bikin kangen!
Pancong dibuat dengan mencampurkan tepung beras, santan,
garam, gula, dan kelapa parut. Pembuatannya memakai cetakan khusus yang mirip
kue pukis. Kue ini paling nikmat disajikan hangat dengan secangkir teh.
Sumber:https://resepkoki.id/10-jenis-jajanan-pasar-khas-indonesia-dari-tepung-beras/











Belum ada Komentar untuk "9 Macam Resep Jajanan Pasar Khas Indonesia dari Tepung Beras"
Posting Komentar