Apa Bedanya Timun Jepang Dengan Zucchini
Rabu, September 11, 2019
Tulis Komentar
pernah melewatkan timun Jepang sebagai bahan campurannya. Ketika
membeli timun ini, saya selalu mencari di bagian yang bertuliskan zucchini.
Saya pikir, zucchini merupakan ‘nama beken’ dari timun Jepang. Tapi, saya
ternyata salah besar. Timun Jepang berbeda dengan zucchini lho. Nah, agar tidak
tertukar seperti saya, yuk kenali perbedaan keduanya!
1. Nama dan Jenis
Timun Jepang memiliki nama lain, yakni kyuri. Sesuai namanya,
timun Jepang pada mulanya dibudidayakan di Jepang. Namun, kini kyuri juga
banyak dibudidayakan di Indonesia. Sementara itu, zucchini merupakan terong
dari Italia. Di sana, zucchini juga dikenal dengan nama courgette.
Wah, dari namanya saja, timun Jepang dan zucchini sudah sangat
berbeda ya. Eits, masih ada lagi nih. Karena merupakan salah satu jenis timun,
kyuri dikategorikan sebagai buah. Berbeda dengan zucchini yang dikategorikan
sebagai sayuran.
2. Bentuk
Nah, karena bentuknya ini, timun Jepang dan zucchini sering
tertukar. Keduanya sama-sama memiliki bentuk lonjong dan lebih panjang dari
timun lokal. Selain itu, kyuri dan zucchini juga berwarna hijau gelap yang
pekat. Jika dipotong, akan terlihat biji halus di tengah daging kyuri maupun
zucchini. Kyuri dan zucchini juga sama-sama memiliki kandungan air yang banyak.
Namun, kita tidak perlu bingung membedakannya. Ada kok bagian yang
dapat membedakan timun Jepang dari zucchini. Ketika diperhatikan, bagian
terdapat benjolan-benjolan kecil pada permukaan kyuri. Selain itu, permukaan
kyuri juga terasa dingin ketika dipegang. Sementara itu, zucchini memiliki
permukaan yang terasa kering dan kasar.
3. Bagian Bunga
Baik timun Jepang maupun zucchini sama-sama memiliki bunga. Namun,
bunga pada timun Jepang tidak bisa dimakan. Berbeda dengan bunga zucchini yang
rasanya renyah dan manis. Tidak heran, bunga zucchini sering digunakan pada
salad maupun digoreng dengan tepung.
4. Rasa dan Tekstur
Dalam keadaan mentah, timun Jepang terasa juicy, dingin, renyah,
serta cenderung tawar. Sementara zucchini memiliki kombinasi rasa pahit
sekaligus manis.
Jika dimasak, timun Jepang akan menjadi layu, namun tetap renyah
ketika dimakan. Rasanya juga tetap sama seperti dalam keadaan mentah. Sementara
itu, zucchini yang dimasak akan terasa lebih manis.
5. Kegunaan
Karena segar dan renyah, timun Jepang lebih sering disantap dalam
keadaan mentah. Makanya, kita sering menemukan timun Jepang di berbagai jenis
salad. Selain itu, potongan timun Jepang juga dapat dijadikan pelengkap pada
kebab. Ada juga yang menjadikan timun Jepang sebagai lalapan maupun acar. Tapi,
jika suka, kita juga bisa kok menumis timun Jepang.
Sementara itu, zucchini lebih sering dimasak karena lebih manis
dibanding timun Jepang. Salah satunya ialah zucchini yang disayur dengan kuah
encer. Selain itu, ada banyak menu lainnya yang dapat kita buat dari zucchini.
Misalnya seperti zucchini goreng tepung serta tumis zucchini. Jika mempunyai
bayi, anda juga dapat membuat puree dari zucchini. Rasa manisnya akan membuat
bayi anda ketagihan.
Sumber:https://resepkoki.id/apa-bedanya-timun-jepang-vs-zucchini/

Belum ada Komentar untuk "Apa Bedanya Timun Jepang Dengan Zucchini"
Posting Komentar