FAQ Membuat Apem
1. Kenapa nasi sisa sering dianggap tidak enak untuk diolah
kembali?
Biasanya karena nasi sudah terlalu kering atau mulai mengeluarkan aroma tidak sedap. Namun, dengan mencampurnya ke dalam adonan tepung dan mengukusnya kembali menjadi apem, tekstur nasi yang keras akan berubah menjadi lembut dan kenyal lagi.
2. Apa rahasianya agar apem nasi tidak berbau tengik?
Pastikan nasi sisa yang digunakan belum basi atau berlendir. Selain itu, penggunaan ragi yang masih aktif dan penambahan aroma alami seperti daun pandan atau vanili akan menutupi aroma nasi sisa tersebut.
3. Berapa lama apem nasi sisa ini bisa bertahan?
Karena teksturnya yang lembap, apem nasi sebaiknya dikonsumsi dalam waktu 24 jam di suhu ruang. Jika ingin lebih awet, simpan di wadah kedap udara dalam kulkas dan kukus kembali sebentar sebelum dimakan agar teksturnya tetap empuk.
4. Apakah nasi harus diblender sampai halus sekali?
Sangat disarankan untuk memblender nasi bersama sedikit cairan (seperti santan atau air) sampai benar-benar halus. Hal ini bertujuan agar tekstur apem nantinya berserat halus dan tidak ada butiran nasi yang mengganggu saat dikunyah.
5. Bisakah mengganti ragi instan dengan bahan pengembang
lain?
Untuk mendapatkan tekstur apem tradisional yang khas dengan
pori-pori udara yang cantik, ragi instan adalah pilihan terbaik. Penggunaan
baking powder saja mungkin bisa mengembangkan kue, tetapi aroma fermentasi khas
apem akan hilang.
Belum ada Komentar untuk "FAQ Membuat Apem"
Posting Komentar