Frequently Asked Questions Daun Kelor
1. Mengapa Nino Fernandez menggunakan baking soda saat
mencuci daun kelor?
Baking soda digunakan bersama garam untuk memastikan kotoran, residu pestisida, atau kuman pada daun kelor benar-benar luruh, terutama karena daun akan diolah menjadi smoothie tanpa melalui proses perebusan yang lama.
2. Apakah rasa daun kelor pada puding akan terasa sangat
kuat?
Tidak, penggunaan daun pandan dan ekstrak vanila dalam resep ini berfungsi untuk menetralkan aroma asli daun kelor, sehingga menghasilkan rasa yang segar dan harum seperti puding lumut.
3. Amankah mengonsumsi smoothie daun kelor mentah setiap
hari?
Sangat aman selama daun dicuci dengan sangat bersih. Daun kelor kaya akan antioksidan yang justru lebih terjaga jika tidak terkena panas berlebih, namun disarankan untuk mengonsumsinya secara bervariasi.
4. Mengapa puding daun kelor Nino Fernandez tidak membentuk
lapisan (layer) yang sempurna?
Nino mengakui adanya faktor kurang sabar; lapisan cokelat dituang saat lapisan hijau di bawahnya belum benar-benar mengeras (set), sehingga kedua adonan sedikit bercampur atau merembes.
5. Apa pengganti susu sapi dalam resep smoothie dan puding
ini?
Nino menggunakan susu oat untuk smoothie dan santan serta
sari kacang almond untuk olahan puding, sehingga menu ini lebih ringan di perut
dan cocok bagi yang menghindari produk susu hewani.
Belum ada Komentar untuk "Frequently Asked Questions Daun Kelor"
Posting Komentar